Dibaringkannya tubuhku yang sudah lemas itu di sofa, lalu dia sodorkan gelas yang berisi teh itu padaku. Bokep Rusia enak nih.. Maninya menyemprot deras membasahi wajahku, aku membuka mulutku menerima semprotannya. Pak Vito tertegun beberapa saat memandangiku yang sudah bugil bagian bawahnya itu. Lalu dia membuka sabuk dan celananya sehingga benda dibaliknya kini dapat mengacung dengan gagah dan tegak. Siraman air menyegarkan kembali tubuhku setelah seharian penuh berolahraga dan berolahsyahwat. “Hhmm.. Dia mulai mengurut paha hingga betisku. Aku sedang melakukan fitness untuk menjaga bentuk dan stamina tubuhku di ruang belakang rumahku yang tersedia beberapa peralatan fitness. Beberapa menit sesudah aku selesai mandi, ibuku pun pulang. lagi subur” aku berusaha ngomong walau suaraku sudah putus-putus. Setelah minum beberapa teguk, aku merasa sedikit lebih segar, paling tidak pada tenggorokanku karena sudah kering waktu mendesah dan menjerit. Setelah semprotannya mereda pun aku masih mengocok dan mengisap penisnya seolah tidak membiarkan setetespun tersisa.




















