Aku menghiraukannya, aku berjalan ke arah pintu sambil berkata, “Kalau ga ada urusan, aku pergi…”. “Ya sudah…”, balas Candra lalu membuka kunci pintunya kembali, “Silahkan kembali ke kamarmu…”, dengan nada sedikit mengancam membuatku ketakutan.Sial, aku tidak bisa berbuat apa-apa, hatiku bergejolak kuat, ingin rasanya aku menangis. Bokep Tobrut Aku tidak begitu mengenalnya, namun aku pernah melihatnya berseragam anak kuliahan. Dengan langkah yang sedikit berat karena aku ketakutan, aku memaksakan diri mencari kamar nomer empat belas tersebut.‘Tok tok tok’, aku mengetuk pintu kamar kost nomor empat belas itu, lalu segera saja dibuka, dan tampak seorang pria berdiri di dalam mempersilahkanku masuk. “Hehehe, lu mau bayar berapa duit? Sesekali ia mengecek hp nya agar tidak salah menyorot ke arah penisnya.Sungguh membosankan, aku harus menyepong penis seseorang yang tidak ku kenal, apajadinya jika Mas Wahyu tahu dengan keadaanku. “Eits, apa-apaan ini?”, aku terkaget setelah beberapa menit mengocok penisnya, ternyata sedari tadi Chandra merekam ku dengan menggunakan hp.“Tenang aja cantik, ini gue simpan buat pribadi…”, jawabnya.




















