Aku masih terdiam sementara Randi menunggu jawabanku untuk menerima berselingkuh dengannya. Setelah kulihat jam ternyata menunjukkan pukul 13.15, Randi pun berpamitan akan pulang sambil melumat bibirku. Bokeb Randi membalas tidak kalah jilatannya. “Rumah sebesar ini cuman dihuni empat orang plus pembantu bu?”, tanyanya kembali. “Iya mang napa?”, tanyaku kembali.Ku akui rumah kami memang besar bertingkat, kamar tidur ada 6, diatas dua dibawah tiga dan satu kamar pembantu. “Bi… Tolong buka pintu, ada tamu”, aku menyuruh pembantuku. Ibu dah tahu kok”, jawabnya.Aku yang didalam ruang keluarga mendengar percakapannya, aku terkejut setelah yang datang adalah Randi sang polisi muda yang tampan, tegap dan tinggi.“Silahkan masuk pak”, pembantuku bersikap sopan terhadapnya.Gak lama kemudian pembantuku datang.“Bu ada yang cari ibu?”, kata pembantuku. Aku mulai merasa takut, aneh pokoknya sudah tak karuan perasaanku. Sebagai PNS di kota Y tugasnya boleh dibilang tidak kenal waktu. “Rann… tolong, punya saya juga…”Ternyata dia langsung mengerti apa yang aku mau dan langsung saja dia merubah posisi dan dia menjatuhkan dirinya tiduran ke dekat kaki ku dan




















