Lalu aku cepat-cepat berdiri sambil membalut tubuh tante dengan handuk yang jatuh tadi. Film Porno Kadang-kadang juga disedot habis buah zakarku.., ough.., sesshh.Aku kaget, tiba-tiba tante menghentikan kegiatannya, dia pegangi k0ntolku sambil berjalan kemeja dagangan yang agak kesudut, tante Anin naik sambil nungging diatas meja membelakangiku, sebongkah pantat terpampang jelas didepanku kini.“Mas Rio.., berbuatlah sesukamu.., cepet mas.., cepet..!”Tanpa basa-basi lagi aku tarik CD-nya selutut.., woow.., pemandangan begini indah, mem3k dengan bulu halus yang tidak terlalu banyak. Akupun pergi kerja dengan sejuta ingatan kejadian tadi malam. Keringat mulai membasahi badanku dan badan tante Anin. Dan aku panggil-panggil tante Anin.“Tante.., Tante.., Dik Wisnu.., Dik Wisnu” lho kok kosong, warung ditinggal sepi seperti ini, kali saja lupa nutup warung.Ah kucoba panggil sekali lagi, “Permisi.., Tante Anin?”“Oh ya.., tungguu”, Ada suara dari dalam. Semua seakan terjadi karena waktu yang tepat dan mungkin karena keberuntungan yang berpihak kepadaku karena banyak yang mengejarnya namun tak ada satupun yang diterimanya. Aaaach rasanya aku sudah mau keluar, sambil terus goyang kutanya tante Anin.“Tante.., Aku keluarin dimana




















