Mas Zani mulai melakukan persis apa yang dia lakukan ke Yeyen sebelumnya. Sekitar satu jam kemudian, muncullah mereka berdua dari pintu kamar Yeyen. Bokep SMA “Hmmhh.., aduh Yen nikmat Yen..”, begitu rintihan Mas Zani. Dasar.., Yang membuataku nyaris tertawa karena kemaluan Mas Zani yang sepertinya keseretan gara-gara Yeyen tidak melepaskan celana dalam Mas Zani terlalu ke bawah, jadi seperti tercekik dech. Tapi ya terpaksa, aku melenggang keluar kamar, tapi baru sampai di pintu, aku lihat di ruang tamu banyak ciban yang lagi ngobrol dengan Lenny sambil merokok. Waktu ada kesempatan, aku tanya pada Mas Zani soal Yeyen. “Gilaa..”, pikirku, lama sekali mereka begituan. Setelah berputar-putar sebentar, sorenya aku menuju rumah temanku yang sudah sangat akrab di kawasan DK. “Ahh.., ahh.., aduh.., ahh..”, Mereka berdua saling mendesah sambil terus melanjutkan permainannya. “Pelan-pelan yach..”, bisik Yeyen mesra. “Hmmh.., Hmhh..”, Setelah puas melumat puting susu Yeyen bergantian, Mas Zani akhirnya menjilati perut Yeyen dan ingin melepaskan roknya. Aku tanya pada Lenny, “Lho, kok kamu ikut, katanya sakit tenggorokan.




















