Kamu ingin mengumpat aku atau mau ngucapin terima kasih?” godanya. Pasangan demi
pasangan sudah berganti keluar masuk tapi aku masih belum juga menyelesaikannya. Bokep Tobrut Desah dan jeritanku seakan mengalahkan kerasnya musik itu
saat aku dikocok dari belakang, serasa kepala kelinci itu semakin dalam dan mulai menggigit gigit
rahimku, ada rasa sakit bercampur nikmat.Dan akupun berteriak histeris, tak menyangka mendapatkan orgasme dari quickie dan suasana seperti ini,
kulirik beberapa orang melihatku saat aku histeria orgasme, tapi siapa peduli. “Ngantrinya yang lama” jawabku pendek sambil meneguk Coca Cola yang sudah tidak
dingin lagi. “Kalo begitu
non juga harus lepas, masak cuma aku yang telanjang” katanya mulai nakal.Aku terdiam sejenak, agak marah juga sih sebenarnya, tapi dilepas sekarang atau nanti toh akhirnya
memang harus dilepas juga. “Ly, kamu ini gimana
sih kok diam saja, dia kan tamumu” hardik Ana sambil mendorong tubuhku ke arah Pak Taryo, tercium bau
keringatnya yang tidak sedap.










