Aku harus bertanya. Bokep Hot Begitu bra-nya lepas, payudaranya menyembul keluar. “Aahh” desah Santi.Ia menarik kepalaku dan mencari bibirku. Dia tampaknya sangat menikmati cairan semen.“Kamu suka ya?” tanyaku. Dia tertawa melihatku sambil berkata..“Makasih bos! Tetapi kalau digoda dengan kedipan mata, jarang sekali. Aku cari yang transparan. Wah, aku tidak tertarik sama sekali dengan wanita yang menjual tubuhnya demi uang. Aku suka sekali bisa mengintipnya.Tiba-tiba tangan Santi meraih kemejanya dan melepas salah satu kancingnya! Kurus langsing. Kamu lupa kembaliannya..”
“Ah.. Wah untunglah, yang lebih cantik dan manis yang tinggal. Haha..” candanya. Kemudian mulutku menerkam payudaranya. Aku tidak banyak waktu. Aku datang masih cukup pagi, sekitar pukul 09.30. Kata-kata Santi mulai membawaku melayang terbang. Gak.. “Ehmm.. Enak, Boy..” rintihnya. Aku mencoba tenang.“Kenapa aku rugi?” tanyaku pelan juga.Tanganku bergerak cepat juga mencubit pantatnya. Suka mempertunjukkan bagian tubuhnya. Aku pikir mereka membicarakanku.Aku cuek saja. Setelah pria itu keluar sambil membawa uang Rp 20.000 tadi, Santi mengunci dari dalam dan aku yang sudah terangsang segera menghampirinya.“Aku pasti beli di tokomu..” bisikku sambil mencium bibirnya.Santi




















