Membuat batanganku menjadi sedikit sakit dan nyeri. Di dalam perjalanan pulang, aku mencoba merenungi semua yang baru saja terjadi.Aku benar-benar tidak mengerti, dan hampir tidak percaya. Bokep Tapi aku tidak pernah berpikir sampai ke sana. Dalam pengaruh obat perangsang, mereka melepaskan tangan dan kakiku. Bahkan sikapnya begitu mesra sekali. Bahkan mereka menggunakan obat-obatan untuk merangsang gairahku.Sehingga aku sering kali tidak menyadari apa yang telah kulakukan pada ketiga gadis itu. Cukup leluasa untuk memandangnya. Malas kalau naik kendaraan umum”, katanya beralasan.“Kamu sendiri..?”Aku tidak menjawab dan hanya mengangkat bahu saja.“Ikut aku yuk..”, ajaknya langsung.Belum juga aku menjawab, Ria sudah menarik tanganku dan menggandeng aku menuju ke mobilnya. Bahkan mereka mengancam akan membunuhku kalau berani berbuat macam-macam. Saat itu aku sudah benar-benar lemah, sehingga tidak mampu lagi untuk bergerak. Aku bermaksud mau pulang. Atau hanya sekedar berjalan-jalan sambil mencari kenalan baru.“Eh, bubur ayam disana nikmat lho. Dalam pengaruh obat perangsang, mereka melepaskan tangan dan kakiku. Penisku tetap dalam keadaan keras bahkan semakin sempurna dan Ria kembali memasukkan batangan penisku ke




















