Aku berlutut lagi dan kini yang menjadi sasaranku adalah pahanya. Bokep Rusia Ahh…”
Jariku mencoba menerobos ke liang anus Mbak Titis. Setelah beberapa saat, aku tetap membiarkan penisku bertahan di dalam vagina Mbak Titis. Mbak Titis berusaha mengatupkan pahanya tapi aku menahannya dengan kedua tangan supaya tetap terbuka. Aku bangkit dan kusandarkan tubuh Mbak Titis di tembok dapur dengan posisi tubuh berdiri. Emang udah lama gak kukeluarin sih… Sekalinya keluar di mulutnya Mbak Titis. Kamu kok pinter banget sih…”, kata Mbak Titis manja. Otomatis senjataku yang dari tadi tersekap di dalam mengacung dengan gagahnya. Dan lebih kaget lagi karena itu adalah tangan Ibu Titis yang sedang berjongkok di samping kursi yang aku duduki. Mbak Titis masih terus menghisap penisku. Ati-ati ya…”, sahuntuku cepat berharap Rani segera pulang. Kukocok-kocok pelan penisku sambil membayangkan payudara kecil Ibu Titis. Keliaranku itu bertahan selama 10 menitan sementara penisku sengaja kugesek-gesekkan ke vagina Mbak Titis. “Mbak…” aku menahan sebentar penisku.




















