Setelah tahu begitu aku minta mereka tinggal sebentar karena mungkin mereka belum dijemput. Bokepindo Aku tuntun pria muda ini melepas keperjakaannya, memasuki kenikmatan dengan penuh kasih. Sebagai seorang istri pegawai BUMN yang mapan aku diusia yang 45 tahun mempunyai kesempatan untuk merawat tubuh. Aku menarik kursi kehadapan mereka. Sepertinya mereka sudah tidak sabaran lagi terlihat dari tangan-tangan mereka yang mulai menggerayangi susuku. “Bu Nita curang..” Edo berkata. Dan tampaknya hal ini membuat Doni tidak kuat lagi menahan sperma yang akan keluar. “Ouw.. cing.. Aku biarkan kenikmatan ini berlangsung. Kulihat dua anak SMP yang sekolah didekat rumahku. us” aku merintih.Pria-pria muda ini agak lama aku biarkan mengobok-obok lobang-lobangku. “Bu Nita nggak melepas celana Ibu!” Edo menjawab.Gila anak ini, aku tersenyum kemudian bangkit dari dudukku. ya Bu Nita” Doni menjawab. Tentu saja mereka berdua ketakutan. a.. “Tapi sekarang kami kan sudah nggak netek lagi, lagian punya Mama lain ama punya Bu Nita” Edo nampaknya sudah mampu menguasai keadaannya. Aku semakin sayang dengan mereka.




















