Semua orang memanggilku Bang Davis.” saya tersenyum.“Oke, kita kembali ke pokok semula. Pak.. Bokep Live “Nanti kita akan selalu ketemu, dan kita pasti akan melakukannya lagi.”
Saya tidak sanggup berkata apa-apa lagi dan mulai mengisi formulir itu lagi.Tidak lama Bang Ramen datang dan mengambil formulir yang telah saya isi itu. Ia mengelus tangan saya, lalu pipi. Saya disuruh duduk di bangku bar yang tinggi dan disuruh mengisi lembaran formulir dan lembaran kerjasama. Saya berdiri menggoda di depan mereka sambil memainkan sedikit rambut saya di dalam mulut.Bang Ramen mulai mendekat. Seketika itu langsung terlihatlah bukit kemaluan saya yang bulu-bulunya sedikit itu, sehingga beliau tidak perlu susah-susah menjilati kelentit saya.“Oohh.. Mereka berdua terlihat kaget melihat saya yang telanjang bulat itu. Tiba-tiba mesuklah Bang Ramen dan Bang Davis.“Lho, kok, CD dan BH-nya tidak dibuka..? Lalu membuka CD dan BH saya. Tapi bangku bar yang tinggi yang membuat saya kesulitan menapakkan kaki saya ke lantai, sehingga membuat selangkangan saya yang tanpa CD itu terbuka lebar membuat saya kesusahan untuk turun.




















