Aku mengerang keenakan sambil memeluk punggungnya. Bokeb “Saya Dina pak”. Untuk makan aku siapain sendiri, seringnya kan aku makan diluar”. Karena tidak punya keahlian apa2 dan tanpa pengalaman kerja, maka aku ikut kursus komputer dulu supaya bisa bekerja di bagian IT. Kemudian kurasakan sensasi yang luar biasa nikmatnya tak lama kemudian. no nokku mulai berkontraksi, mengejan, meremes2 kon tolnya, tandanya aku dah hampir nyampe. Kami saling mengeringkan badan, dan kembali keranjang.kon tolnya yang belum aku apa2in sudah nga ceng berat, “Pak, napsu bapak besar sekali, baru saja ngecret di no nok Dina apak sudah ngaceng lagi”, kataku sambil mengocok kon tolnya. Bosen ciuman, bibir dan lidahnya menjalar ke kuping leher bahu, ketiak, terus ketoketku. Aku melepaskan emutanku di kon tolnya dan mengerang hebat, “pak aakh”. Memang diatas bibir mungilku ada kumis halus yang cukup jelas terlihat. “Pak, keras banget, gede lagi”, kataku sambil jongkok didepannya, melepas cdnya dan menciumi kon tolnya dan menghisap daerah sekelilingnya termasuk biji pelernya.




















