Yang konyol, dia selalu duduk di depan, disebelahku, hingga terkadang aku jadi kagok menyetir, eh…lama lama biasa. Aku sempat bingung, kenapa Bu Maya pertanyaannya rada aneh ? Sex Bokep sering atau cuma iseng ?” tanyanya lagi.Aku terdiam sejenak, kubuang jauh-jauh pandanganku kedepan. Ku buka semua pakaianku, lalu ku tindih tubuh Bu Maya. Ku bukakan pintu, ternya pak RT yang datang. Aku tak kenal daerah itu, yang kutahu hanya berupa perkebunan luas dan sepi serta gelap.Ditengah kebun itu Bu Maya minta aku berhenti dan mematikan mesin mobil. ” Kata Bu Maya seraya mengambil posisi nungging. Aku meremasnya.” Cium bibirku Man..cium…! ” tanyanya ramah seraya melontarkan senyum manisnya.” Iya Nyonya, saya siap menjadi supir nyonya ” Jawabku.” jangan panggil Nyonya, panggil saja saya ini Ibu, Ibu Maya ” Sergahnya halus. Pak RT dipersilakan kembali bekerja oleh wanita itu, dan diruangan yg megah itu hanya ada aku dan si wanita itu.” Benar kamu mau jadi supir pribadiku ?




















