Kelihatannya cukup berduit juga tuh anak. Bokep Mama Tapi aku paling suka pada matanya, sangat bulat, polos dan begitu jernih. kalau sakit bilang-bilang ya?” kataku. Saat itu posisi badannya tidak telungkup lagi. Kali ini aku bisa menyentuh pinggiran payudaranya secara langsung. “Iya, capek banget, abis tadi nggak dapat tempat duduk di kereta dan cuman berdiri atau duduk di lantai”, jawab Santi sambil tiduran, “Pinggangku serasa mau patah”, sambungnya. Setelah itu tanganku mulai naik ke atas, dan memijat bagian samping lagi. Tapi kita ke diskotik cuma untuk disco dan mendengarkan musik, tidak pernah tripping. Jadi pura-pura berpengalaman saja. Nafasku mulai memburu dan aku semakin berani saja karena Santi cuma diam dan memejamkan matanya yang bagus.Entah setan mana yang masuk ke dalam kepalaku, pijatanku turun lagi ke daerah pinggulnya dan kali ini kuturunkan celana pendek berikut celana dalamnya sampai aku bisa melihat seluruh pantatnya. Dan hidungnya, bagus sekali.Santi sebenarnya sudah mempunyai seorang pacar, yang saat itu sedang kerja di Jakarta. Payudaranya tidak terlalu besar (mungkin ukurannya cuma 32) tapi mancungnya




















