Aku terengah-engah, dalam kegelapan. susah makannya, di masakin ini-itu…!”,
“Bohong kak ! Bokepindo Biar bersentuhan lebih dekat aja. “Tedy udah gak tahan kak ! Rasanya badanku gemetar menyaksikan pandangan dihadapanku. Ah… edan !Tiba-tiba aku lihat kak Sinta mengejang beberapa kali. aku terkaget. Semakin lama segalanya semakin liar. Aku kemudian duduk disofa, tepat dibelakangnya. Tanpa sadar kubuka kaus yang kukenakan, lalu kulemparkan kain sarungku. “Nih kak !”, kataku sambil meletakkan gelas susu disebelah kanan. Putting susunya bergantian aku lahap. Aku segera mengelap mulutku dengan baju kak Dewi, mengusir perasaan tidak nyaman dimulutku. “Susu deh ! Tiga hari aku aku tak pulang, temanku sampai terheran-heran dengan kelakuanku. Mengejang lagi, sementara kepalanya mendongak kekanan dan kiri. Ah kenapa aku ingin nampak keren. Ujung-ujungnya ia pasti akan bilang, “Gampang deh soal itu, yang penting karier dulu…!”, aku percaya saja dengan kata-katanya. Lalu seteguk air putih. Mungkin aku juga ketularan tidak waras, rasanya ada satu gairah yang perlahan bangkit didalam tubuhku. Kak Dewi pastinya dapat menebak kelakuanku.




















