Ia tertawa saja. Bokep Jepang Peluh mengembun di sekujur tubuh kami meski suhu AC 17º C pada dinihari itu. Kuciumi bibirnya.Sorry, cuma penasaran aja. Tahan Tan, sedikit lagi.. Sakit nggak? cukup hangat melewatkan malam denganmu.. Sakit? Jemarinya yang berkuku pendek mulai ngawur mencakari bahuku. pancingku.Menurutmu gimana? panggilku.Selama ia mandi aku berhasil menyelesaikan rancangan storyboard utama berkat pikiran yang sudah jernih.Ini bagus, katanya sambil menunduk memandangi disainku di layar komputer.Entah kenapa tibatiba terlintas dalam pikiranku bahwa ia milikku dan jangan sampai teman sekantor lainnya mendekatinya.Udah, kamu mandi dulu gih, cleanupnya biar aku yang rapiin, katanya dengan nada tak mau dibantah. Menyibak rambut yang menutupi dahiku, mengikuti bentuk alisku, menuruni hidungku, menyapu kumisku dan merabai bibirku. Jemarinya mencengkam lenganku saat kususuri sisi lehernya dengan bibirku. Mhhm. Buruburu ia kubawa ke kursi terdekat. apa ya? Ia kelihatan makin seksi.




















