“Den Sekar, mohon ampun, sebenarnya ini karena kami tidak melakukan tugas kami sebagai kepala desa dengan benar,” kata bapak Ratri, si kepala desa. Yang ini istri tua, kau istri muda. Bokeb Namun Sekar terus merasakan juga enak ketika payudaranya dicabuli dan titik kunci dalam kewanitaannya digesek-gesek oleh kelamin besar Bayang Ireng. Letaknya di ujung tebing. Dia hanya bisa menjerit dan mengerang, tak kuasa melawan. Sekar merasa seolah kehilangan akal menghadapi semua itu. Lengannya yang panjang dan hitam tampak menyentuh kepala Ratri. Genggaman di kakinya tidak begitu kuat meski melekat erat sehingga Sekar mampu berjungkirbalik dan kembali menebas Bayang Ireng. Posisi keduanya adalah posisi hewan bersetubuh, di mana si pejantan menunggangi si betina dari belakang, namun Bayang Ireng tidak hanya menunggangi, tapi malah seperti meliputinya, menelannya, memeluk seluruh tubuh Sekar dengan tubuhnya sehingga nyaris seluruh tubuh Sekar tertutup bayangan hitam, hanya kepalanya dan kedua tangannya yang masih terlihat.




















