“yang bener nih?”, tanya Tomang keheranan mendengar kata-kata itu keluar dari bibir mungil seorang gadis cantik sepertiku. “aahhh,,,mmmhhh,,,”, desahku menerima serangan lidah Wawan di sekitar vaginaku. Vidio Bokep “aah, itu mah dukun kuno”. “waduh,, kok bisa keluar sih?”. Esok harinya, setelah bangun tidur, sambil bermalas-malasan aku menyalakan televisi dan kebetulan chanelnya tentang berita. “hmm,,neng Vina memeknya wangi ‘n bentuknya bagus banget”, komentar Tomang sambil mengelus-elus belahan vaginaku dari bawah ke atas, kemudian dia memainkan klitorisku membuatku semakin kegelian dan keenakan. “siapa lagi, banyak banget sih yang nembak lo?”. “hah, kok bisa?”. “ok,,ok,,sip dah”, jawabku. Aku apit kepala orang tua itu dengan kedua paha putihku sehingga kepalanya benar-benar terjepit di selangkanganku. “jiilaatt,,,donnngg”, kataku meminta karena birahiku yang sudah tidak bisa kutahan lagi. “halo,, siapa nih?”. “dasar mbah, ngerasain langsung ketagihan”. “itu dia, supaya lo bertiga lebih deket,, lo berdua boleh ******* ama dia”. “bukan gitu, Vina udah ngandung bayi gue”.




















