“Hampir Bu”.“Turunin aku dulu”, tanpa mengiyakan, aku turunkan tubuhnya lalu melangkah ke meja tamu mengambil tisue.Dia memasukkan tangannya ke dalam roknya dan dia mengelap vaginanya yang basah kuyup. Bokep Indo Viral Lalu kancing bajunya dibuka semua. Aku biarkan saja. Kali ini yang bekerja lidahku. Serta berbulu sedikit pada bagian atasnya saja.Pelahan tapi pasti Ibu Vivi menurunkan pantatnya, “Blesss”. Aku jilat sedikit clitorisnya dan di jilati agar basah lagi. Rupanyanya dia belum pernah merasakan klimaks sebelumnya. Sementara tangannya sibuk melepas sabukku dan memelorotkan celanaku serta CD-ku sekaligus hingga lutut. Malah tanganku dielus-elus dengan cinta kasih yg lembut. Makin lama makin ke atas menuju pangkalnya. Aku masih duduk di kursi tanpa sandaran tangan. Sementara batang penisku berdenyut-denyut semakin keras pertanda muatannya minta dibongkar. Sementara desis FM stereonya makin keras terdengar, “Ssst…, uuhh…, uhh…, ssst”.Dengan dibantu jari telunjuk, aku pegang clitorisnya yang kebetulan agak panjang dan kupilin nakal. Dia kawin karena suka sama duitnya. Tapi aku tahan dulu. Lalu kuusap-usap dengan cinta kasih jari tengahnya.




















