Sementara aq sendiri betul-betul masih menggantung, posisiku bahkan belum berubah, mengangkang di ranjang, sehingga dari sebelah meja kerja Papiku pastilah selangkanganku tampak terlihat jelas.Papiku duduk di ranjang di depanku sambil memegangi kepala kemaluannya yg tampak memerah. Kemudian dibukanya juga celana pendeknya itu sehingga terlihat ayunan batang panjang dan besar itu tampak memerah kepalanya tegak mengacung ke depan di antara kedua pahanya yg ceking.“Paaa..” aq bahkan tdk tahu memanggilnya untuk apa. Bokep Montok Aq memegangnya perlahan, terasa ada sedikit kedutan terutama di bagian uratnya. Papiku seperti kedodoran menanganiku saat itu, beliau terengah-engah mengikuti gerakan tanganku di pinggulnya. Ada dorongan yg sangat kuat mengalahkan segala energi penolakanku. Lemas yg sangat melegakan tubuhku, seperti separuh tubuhku telah menguap. Aq benar-benar tergial ketika merasakan kepala kemaluannya mulai melalui area G-spot-ku, diikuti oleh gesekan dari urat-urat batangnya setelahnya. Aq mengambil tissue dan mulai ikut membersihkan, sekali aq memandanginya dan tanpa sadar beliau memandang balik dan kami saling berpandangan beberapa lama.Setelah bersih aq berniat keluar kamarnya untuk mandi.











