Begitu rapat sekali tubuhnya ke tubuhku, sehingga aku bisa merasakan kehangatan dan kehalusan kulitnya. Dan memang benar, ternyata Linda berulang tahun malam ini. Bokep Montok sehingga tidak ada selembar benangpun yang masih melekat di sana. Bahkan kepalaku terasa pening dan berdenyut menatap tubuh yang polos dan indah itu. Suasananya sepi-sepi saja. Ayo..”, ajak Linda setengah memaksa. Di kampus, sebenarnya ada seorang gadis yang perhatiannya padaku begitu besar sekali. Bahkan Mbak Indri menjanjikan macam-macam agar aku tidak terus menangis. “Sudah jangan banyak tanya. Ayo..”, ajak Linda setengah memaksa. Ayo..”, ajak Linda setengah memaksa. “Jangan lupa jam tujuh malam, ya..” kata Tante Maya mengingatkan. Bahkan dia meremas-remas jari tanganku. Seakan-akan dia tidak percaya dengan apa yang ada di depan matanya. Tapi dia tidak sendiri. Aku memang tumbuh menjadi anak yang manja. Aku coba untuk menuruti keinginannya tanpa ada perasaan apa-apa.“Ke kamarku, yuk…”, bisik Linda mengajak.




















