Hampir tidak ada secuil pun dalam pikirannya kalau Cinta adalah seorang gadis yang bisa di-booking. Keduanya tidak menyangka akan bertemu dalam situasi seperti ini. Bokep Montok Cinta tersenyum. Dari politisi, akademisi, ahli hukum, sampai jabatan berpangkat lainnya. Om Ridwan berdiri. Meletakkannya diatas meja dan menyalakannya. Dengan sengaja Cinta membuka sedikit lebar kedua paha saat mengembalikan silangan kakinya. “Anggap saja sekarang ini Om adalah orang lain yang gak kamu kenal…”.“Kalau Cinta menolak, semua tawaran itu masih tetap berlaku?”. Tapi sebagai gadis yang sudah makan asam garam, ia tahu pembicaraan ini pastilah basa-basi belaka. Cinta tahu benar hal itu. Tentunya ia tidak bisa menyalahkan ayah sahabatnya itu. Apakah itu berarti Om Ridwan sudah mengetahui tentang profesi sampingannya? Cinta ingin mengelak dari permintaan itu, namun ia tahu kini semuanya telah terlambat. Ternyata kembali Cinta salah.




















