Pento,” jerit Ibu Maya tubuhnya melenting, kakinya menjepit kepalaku saat badai orgasme melanda dirinya.Aku puas sekali melihat kondisi Ibu Maya, seperti orang yang kehabisan napas, matanya terpejam, kubiarkan Ibu Maya menikmati sisa sisa orgasmenya. Kok mukamu kusut gitu habis dimarahin sama si gendut ya?” Tanya Wilman sohibku.“Ah, nggak ada apa apa. Bokep Hot Yah dari pada nunggu besok mendingan kamu selesaikan sebentar di rumah Ibu OK?”Aku hanya diam saja, pikiranku benar-benar kacau saat itu, sampai sampai aku tidak tahu kalau aku sudah sampai dirumah Ibu Maya.“Ayo masuk..” ajak Ibu mia.Aku sungguh terkagum kagum melihat rumah bos ku yang sangat besar dan megah. Entah nasib baik ataukah nasib buruk tapi aku benar benar menikmatinya.,,,,,,,,,,,,,, Langsung aku duduk di sofa yang ada di dalam kamar.“Kring.., kring..,” kuangkat telepon yang menempel di dinding.“Hallo, Pento, itu kamar anakku, sekarang ini anakku sedang kuliah di US, kamu mandi dan pakai saja pakaian anakku, biar baju kerjamu tidak kusut.”“Oh..




















