Tanpa merasa jijik, akupun menjilati lobang vagina Bi Supi yang sudah mulai basah. Peduli amat ahh, pikirku waktu itu. Bokep Barat rengekku.Dan, Ouuw, tanpa banyak babibu lagi, tangan Bi Supi langsung meraih selangkanganku, meremas kemaluanku dengan lembut sambil matanya sedikit terpejam. Aku yang waktu itu masih kuper, hanya bisa membalasnya dengan senyum kecut, karena takut kalaukalau dia marah dan melaporkan kelakuanku kepada paman. Aku ingin sekali merasakan! Aku sekarang udah punya istri dan punya dua anak. Aku hanya bisa meremmelek dibuatnya. Aku yang waktu itu masih kuper, hanya bisa membalasnya dengan senyum kecut, karena takut kalaukalau dia marah dan melaporkan kelakuanku kepada paman. Spermaku pun muncrat dengan deras setelah lima belas menit lamanya aku menggesekgesekkan kemaluanku dalam lobang vaginanya.Sejak kejadian malam itu, aku merasa seperti orang yang ditakdirkan menjadi keponakan yang paling kurang ajar terhadap pamannya sendiri.




















