Akhirnya ia membawaku ke kamar tidur pembantu laki laki di rumahku, dimana pak Arifin dan Suwito sudah menunggu. Masa aku lagi tidur kamu ajak beginian.Nggak sopan tahu! Bokep Montok “Lalu, sejak jam berapa kamu nggghh ” belum selesai aku bertanya, Wawan sudah mulai menggenjotku dengan tak sabar, hingga aku melenguh, keenakan.“Oh..Wan kamu”, desahku nikmat. Beberapa menit setelah aku orgasme, Wawan tak tahan lagi. Mana kamu ini lama lagi kalau main. Rasanya nikmat sekali, asin dan begitu gurih.Pak Arifin yang sempat tak kulihat batang hidungnya, kulihat kembali, sambil membawa sebuah sendok teh dan piring kecil. Penis yang amat kokoh itu langsung terbenam begitu dalam, membuatku melenguh lenguh. “Mmmmmph… hnngggh.. Aku terus melahap sperma itu, menjilati dan mengulum penis itu hingga bersih. Pak Arifin menyibakkan rambutku yang terurai ke belakang telingaku dan menimpali, “Kita ini benar benar beruntung bisa kerja di sini.




















