Kalau
tidak salah waktu itu aku datang agak telat sehingga pelajaran untuk
sesaat berhenti. Film Porno “Tidak ada apa-apa, saya ingin minta tolong pada kamu satu hal…” jawabnya dengan penuh senyum di bibirnya yang mungil. Aku tertegun dengan
kedaannya, ia memakai gaun tidur berwarna kuning muda, yang tipis dan
panjangnya, hanya sampai lutut. Lain halnya dengan tangan Bu Lia, tangan kanannya
mengocok-ngocok kemaluanku yang tadi sudah sedikit tegang, dan tangan
kirinya berusaha melepaskan ikatan gaun tidurnya. “Bleb… bleeb… cleeb…”
Aku tidak peduli. Saat ini aku
masih tahun pertama kuliah. Kamarnya besar sekali art-nya begitu indah, dengan luas kira-kira 7 m x 5 m, bayangkan saja bathtub-nya
terletak di dalam kamar dengan gaya Romawi, sedangkan meja kerja
terletak di seberangnya 2 kursi dan di dalamnya dilengkapi televisi
layar datar 60 inci, dan elektronik lainnya. Cairan pelicin
vagina Bu Lia mengalir dengan derasnya sehingga menambah mudahnya
pergesekan dinding vaginanya dengan batang kemaluanku, hingga berbunyi,
“Belbb… clebb… bleeeb… clebb…”
Lima belas menit kemudian
Bu Lia sepertinya sudah ngos-ngosan, ia mendekatku erat. “Tidak apa kok Ndra…”
Bibirnya kecilnya sembari memberi senyuman yang memikat. “Oh iya, jadi kepanjangan ngomongnya,” seraya




















