Kulihat wajah pacarku tersenyum padaku dan berkata, “Maaf ya sayang, kita kan pinjam rumahnya, jadi dia meminta imbalan tubuhmu sebagai imbalannya” “Sialan kamu” kataku mengumpat. Bokep Thailand Umur pacarku baru 17 tahun wajahnya hampir mirip dengan Ariel Peterpan yang kala itu sedang naik daun.Wajahnya menunjukan kalau dia sedang horny dan itu membuatku jadi ikut horny. “Gakpapa sayang, sebentar aja”. Tinggiku sekitar 160cm, kulitku agak hitam dan badanku agak gemuk, meskipun begitu toketku berukuran kecil. Rasanya benar-benar nikmat tapi meskipun begitu, gak tau kenapa rasanya aku agak susah untuk mencapai orgasme. Suatu hari saat aku pulang sekolah aku di jemput oleh pacarku yang berlainan sekolahan. “Aduh mas, pelan-pelan sakiit…” jeritku ketus.Meski memekku sudah licin oleh cairan sperma pacarku tadi, tapi rasanya sakit sekali. Terlihat sangat romantis. Akupun mengangguk dan menurutinya. Keganasan ciumanku membuat kontolku pacarku semakin mengeras. “Ayoo sayang, lebih keras lagi..aaahhhh yesss….” pintaku manja. Tapi anehnya aku malah mulai merasakan nikmat disaat aku meronta-ronta berusaha melepasakan diri dari Teguh.




















