“Iya deh El”, kata Jenny sambil tersenyum menggoda.Aku duduk di WC duduk ini, dan menuntaskan keinginanku buang air kecil. Bokep Mama Sebaiknya kita dengarkan diam diam deh”, bisikku lagi.Kemudian kami berdua menajamkan pendengaran, dan tak lama kemudian aku mendengar suara desahan perempuan. terserah kamu sih”, kataku.Lalu aku berdiri dan melangkah ke depan diikuti oleh Jenny.Hampir bersamaan kami berkata,“Pak, kami ijin ke belakang dulu”. Tapi yang terjadi kemudian sungguh membuat aku hampir tak kuat menahan tawa.Pak Edy tak mampu melesakkan penisnya ke dalam liang vaginaku. Aku segera berdiri, dan menuju ke pintu keluar setelah membenahi baju seragamku yang sedikit awut awutan. kamu cantik deh kalau rambutmu dibiarin tergerai gini. Cuma setidaknya keadaan ini sudah lebih baik buatku, karena multi orgasme yang membuat vaginaku begitu ngilu ini mulai mereda, hingga rasa tersiksa karena kejangnya otot otot di vaginaku dan sekitarnya, termasuk betisku, otomatis juga berkurang.Juga dengan berhentinya gerakan penis di dalam mulutku tepat saat kepala penis itu tidak sedang menerjang rongga tenggorokanku, memberiku kesempatan untuk mengambil nafas.




















