Kuangkat telepon yg ada diatas meja kerjaqu dan kutekan nomor extensin dia.“Kenapa gitu vi, mau ngajak kemana?”“Eh bapak, kirain siapa, enggag, Silvi udah nyediain makan malam di rumah, bapak bisa kan makan malam sama Silvi nanti malam?”“Boleh, kalau gitu nanti pulang saya tunggu di ruang parkir ya.”“Iya pak, ma kasih.”Sore hari aqu terkejut karena waktu pulang sudah terlewat sepuluh menit, bergegas kubereskan ruanganku dan berlari menuju ruang parkir. “Ahh .. Bokep Korea masih di tempat yg dulu?”
“Sekarang sedang meneruskan studi di amerika, baru berangkat satu bulan yg lalu.”
“Oh begitu, baru tahu aqu.”
“Ingin lebih pintar katanya pak.”
“Ya baguslah kalau begitu, kan nantinya juga untuk mesa depan berdua.”“Iya pak.”
Setelah jam istirahat habis semua kembali ke ruangan masing-masing untuk meneruskan kerjaan yg tadi terhenti. END Akhirnya kami berangkat kerja dari rumah Silvi, sengaja masih pagi agar tak ada orang di kantor yg melihat kedatangan kami berdua untuk menghindari sesuatu yg kami berdua tak inginkan.Sampai saya menulis cerita ini, masih tetap terngiang kata-katanya yg sering mengucapkan kata-kata “Silvi belum pernah melaqukan seperti




















