“Maaf Bu?” Gua bales, berharap pertanyaan yang berbeda muncul. “Akhirnya..”, kata gua dalam hati. Bokep Live Ohh ohh”, pinta Ibu Mia tanpa melihat ke arah gua. Saya..”“Tidak apa-apa kalau kamu tidak mau bilang.. Sekarang pinggul gua udah sejajar dengan kepalanya..’sang adik’ yang terbangun tidak mungkin tersembunyi lagi. Setelah menyusunnya secara kronologis (ditambah beberapa telepon SLI sana-sini) saya berhasil membuatnya dalam bentuk digital supaya dapat saya gabungkan dengan diary saya yang tersimpan di dalam laptop saya. Gua berjalan mendekati Ibu Mia. Kecuali kalo mau nilai Bahasa Indonesia merah di raport. Nanti kan masih nonton? “Saya sangat kecewa dengan kalian berempat. Sebel abis gua liat tampangnya yang judes gitu.. Langsung kita cekikikan berempat. Padahal dipikir-dipikir sebenarnya Ibu Mia masih muda.. Kamu.. Pinggulnya masih diletakkan di atas tumpukan baju-bajunya. Matanya tetap ngeliatin gua. Lalu gua mulai melumat-melumat daging imut yang mulai menyembul di kemaluan beliau..




















