Nadya mulai terbuka pada orang2 kantor. Aku semakin menguatkan pelukanku. Link Bokep Sementara aku mengumpulkan hasil sketsa dan denah ruangan dalam satu bundel, sambil menahan perut lapar dan tak henti2nya aku melihat ke arah jam. Sudah barang tentu dia pasti tidak akan menjawab jika aku sekedar ingin mengobrol atau berbasabasi dengannya. Nadya melepas kacamatanya dan meletakkannya di sembarang tempat. Aku agak membungkuk untuk melihat wajahnya. Ga bisa om nada bicara Nadya sudah mulai memelas. Nope nothing katanya sambil menahan tawa. Kami sudah saling diam selama 30 menit lebih. Kami sudah tidak peduli lagi tentang kemungkinan satpam kembali lagi keatas dan menolong kami yang terkunci. Apalagi kebanyakan dari kami adalah lulusan universitas lokal, dan sewaktu kuliah, membolos sudah jadi makanan kami (tidak bisa nyontek di kuliah desain interior).




















