“Gini….” “eaaaahhhh…. Bokep indo Ku berjalan menuju kamar tamu dan mengetuk sebelum masuk. Sesekali dia menciuminya dengan lembut. Wein dan Rini dan juga Keluarga besarnya gembira bukan main. Ciuman kami penuh nafsu, seperti dua pasang kekasih yang sudah lama tidak bertemu. teruuuss….” Rini menggumam. “Wah kenapa nih bro, tumben2an lo aneh begini?”*“Gini bro, gw ada satu permintaan sama lo. Rini sudah menanggalkan you-can-see dan hotpantsnya. Namun belum pernah kurasakan hal seperti ini, deg-degan luar biasa gak berhenti juga sejak turun mobil dari parkiran, naik ke lift sampai ke pintu apartemennya teteh. Kami berdua pun ketiduran.Aku terbangun melihat jam sudah di pukul 10.30 malam. Jadi gini, planning aku, kita cuma ML pada waktu aku sedang subur. Diperlakukan seperti itu genjotan Rini dari bawah semakin menjadi.*Saat dipuncak2nya aku keluarkan kontolku. Aku pun senang akhirnya aku menjadi ayah dan juga bisa membahagiakan Wein.




















