Hanya saja Ayah belum bisa membelikannya. Bokep Asia Sedangkan aku sama sekali tidak mengerti. “Cinta…?” aku mendesis tidak mengerti.Entah kenapa Linda tersenyum. Tapi aku tidak tahu apa arti semuanya itu. Tapi sebelumnya dia memberitahu kalau aku harus membalasnya dengan cara-cara yang tidak pantas untuk disebutkan. Dan hanya kami berempat saja yang merayakannya.Perlu diketahui kalau Linda adalah anak tunggal di dalam keluarga ini. “Ke rumah…?”, tanyaku memastikan. Hanya saja Ayah belum bisa membelikannya. Padahal Ayah paling sayang padaku. Sambil memandangiku yang masih terbaring dalam keaadaan polos, Linda mengenakan lagi pakaiannya. Seakan-akan dia tidak percaya dengan apa yang ada di depan matanya. Linda kembali menghujani wajah, leher dan dadaku yang sedikit berbulu dengan ciuman-ciumannya yang hangat dan penuh gairah membara.Memang Linda begitu aktif sekali, berusaha membangkitkan gairahku dengan berbagai macam cara. “Ohh…”, Linda mengeluh panjang.Dia seakan baru benar-benar menyadari kalau aku bukan hanya tidak pernah pacaran, tapi masih sangat polos sekali. Dan aku selalu memanggilnya Tante Maya.“Bagus sekali anjingnya..”, piji Tante Maya.




















