Sebenarnya sudah sedari tadi ia ingin melakukan hal itu.Angin dingin menimbulkan suara berkesiut di luar jendela kamar tidur Tania. Vidio XNXX Suara-suara gairah memenuhi kamar mandi. Akupun tertawa sambil berujar,“Kalau kamu yang memandikan aku, kita akan terlambat ke airport. Nia enak nggak?”, aku berkata lagi.“Ehh..mm”, Tania tidak menjawab, hanya tersenyum di seberang sana.Namun aku tahu pasti bahwa ia pun telah sangat menikmati ke-‘lega’-an bersamaku beberapa menit yang lalu.“Nia, kita udahan dulu yaa.. Sekali lagi aku membasuh dadanya, aku meremas-remas payudaranya yang lembut dengan puting yang telah mengeras itu. Naik turun seirama nafasnya yang mulai memburu.Mula-mula, aku hanya mengusap-usap kejantananku di atas kulit lembutnya. Mas, Nia nikmatt.. Ahh.. Aku semakin cepat bergerak, dengan nafas yang tak kalah menggebunya. Sesekali aku hanya bisa
mendengar hembusan nafas beratnya, demikian pula Taniapun hanya bisa mendengar dengusanku.“Nia, kamu masih di sana?”, aku mengawali percakapan kembali.“Iyaa..




















