Aku menjabat tangannya dan menyebutkan namaku. Dia pinjamkan majalah dan koran bacaannya padaku, dia juga tawarkan makanan atau minuman yang dia bawa. XNXX Bokep “Ayoo, dik, aku sudah capenih, keluarin cepeett…s”,
Aku tersenyum, “Susah, mbak, kecualii…”,
“Apaan lagi?”,
“Kalau Mbak mau menciumi dan mengisepnya.”. Aku sudah gila. Tiba-tiba ditengah-tengah Suasana makan malam aku berkata:
“Mbak cantik deh”
dia terkejut terselek makanan
“Maksudnya apa Dik?”
“Iya mbak cantik, maaf mbak jangan berpikirkan yang negative terhadapku karena yang saya omongkan kenyataan.”
Dia agak malu terlihat dari mukanya yg memerah dan menunduk.Kru bus memberitahukan kalau busnya sudah bersiap berangkat, kami pun bergegas menuju bus yang kami tumpangi.Sampai dalam bus aku sarankan mbak wiwik untuk pindah kesebelah yang dekat jendela, dia pun mengiyakan karena dia bisa lebih leluasa melihat keluar.Didalam bus aku memilih diam, Aku berselimut dan mencoba memejamkan mata. “Pagi dik. “Dudahlah Dik, lebih baik adik tidur saja, mbak juga sudah ngantuk.”
mbak wiwik pun terdiam, tapi aku tidak mau menyerah begitu saja mungkin rasa penasaranku terhadapnya.Tanganku mulai bergerak lagi tapi kali ini tanganku langsung merangkul dibelakang kepalanya.




















