Sebelum jam pulang Bu nita memanggilku lewat sekretarisnya. Bokep Mama Pinggulnya juga mulai bereaksi dengan bergoyang melawan irama yang kuberikan. Lama kami dalam posisi itu dengan berbagai variasi, kadang kedua kakinya kuangkat tinggi, kadang hanya satu kaki yang kuangkat. Jari tengahku menyentuh itilnya yang sudah basah. “Jangan terima kasih dulu Bu, soalnya ini belum apa-apa, nanti ndy kasi yang lebih dahsyat”, sahutku. Sesekali kusampingkan kakinya ke pundakku. “Ndy, kamu mau kan kalau di kantor kita tetep bersikap wajar layaknya atasan sama bawahan ya. “Ndy, ditanya kok malah bengong”, Bu Nita menyenggol lenganku. kita ngobrol-ngobrol kamu mau pesen makanan apa?”, kata Bu Nita sambil menarik tangan membawaku ke kursi. Setelah memastikan namaku dia mempersilahkanku menuju kamar 809, katanya Bu Nita atasanku menunggu di kamar hotel itu. Selesai makan kami kembali kekantor dengan mobil sendiri-sendiri.




















