Perubahan besar mulai terjadi pada diriku, aku mulai sering menyendiri dan melamun.Namun selain rasa takut dan bersalah, ada perasaan lain yang menghinggapi aku. Bokep Cina Tapi, Tante Ani menahanku. Sesuatu yang baru pertama kali itu aku rasakan. Orang-orang dan keluargaku bisa tahu apa yang sudah terjadi.. Dari sepakbola itulah yang kemudian memuluskan langkahku mencari kerja kelak. Setelah itu Tante Ani terkulai, merebahkan kepalanya di dadaku sambil memeluk pundakku.“Terima kasih Dik…,” bisiknya lirih diteruskan kecupan ke bibirku.Sejak kejadian itu, aku mengalami syok. Kini puting susu itu sudah ada di dalam mulutku, kuisap-isap dan jilati mengikuti naluriku.“Aaaaahh….. Akhirnya, setelah titip pesan pada penjual di warung kalau-kalau Agus datang, aku langsung menyetop angkot dan menuju ke rumah Agus.Sesampai di rumah Agus, kulihat suasananya sepi. Aku langsung berdiri, kupeluk dan kudorong ke arah dinding, sampai kepala Tante Ani membentur dinding, meski tidak begitu keras.“Ah, pelan-pelan doonnng,” kata Tante Ani manja diiringi desahannya desahannya.Aku semakin liar saja. Keputusan ini sebenarnya agak konyol, karena itu berarti aku berbalik arah dan menjauh dari Mall xxxx










