Ucap isteriku kalem.“Iya. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Bokep Korea Aku benar-benar menjadi malu pada Allah dan Rasul-Nya. Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini. Perih nian rasanya hati ini, kenapa baru sekarang sadar bahwa aku tak pernah memperhatikan isteriku. Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut dada.“Ummi… Ummi, bagaimana Abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini?” ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala. “Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” tanya hatiku. “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. “Aduh, Mi… Abi kan sibuk sekali hari ini. Penantianku berakhir ketika sesosok tubuh berabaya gelap dan berjilbab hitam melintas. “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah?”Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu. Ditambah lagi aroma bau busuknya yang menyengat, karena berhari-hari direndam dengan deterjen tapi tak juga dicuci. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya.




















