Kupejamkan mataku, menghisap buah dadanya, dan memainkan jemariku. Bokep Colmek Ajak aku ke rumahmu.” Aku terkesiap. Bibirnya berbisik-bisik tak karuan. Indra Lesmana? Benar rupanya, kau tak bisa berdansa.”
Aku mendengus malu. Kutekan pinggulku kuat-kuat ke depan. “Shall we dance?” katanya, membuat tawaku berhenti. Tangan kanannya lalu turun dan meraih batang kemaluanku yang tegang. Ia balas menatapku. Ia menarik bibirnya, tersenyum dan berkata, “Aku tidak melakukan sesuatu yang salah, bukan?”
Aku tak tahu harus berkata apa. Di tangannya sebuah gelas berisi lemon tea yang tinggal setengah.Saat pertama aku melihatnya, aku merasa tertarik. Tak heran, ini sudah pukul setengah satu pagi, dan menjelang hari raya, nyaris semua orang pergi berlibur. Tapi kerutan di alisnya menghilang, saat lengannya terulur ke arahku. Geliat dan keringat yang bercampur. Berantakan. Segala sesuatu melintas seketika. “Mau kau tidur di dadaku?” kudengar ia berbisik padaku. Kedua buah dadanya terlihat menyembul dari balik bra krem yang ia kenakan. Aku tak bermaksud membuatmu tersinggung.”
Ia menatapku.




















