Saya janji akan kembalikan secepatnya.”Eh, kok Juragan langsung mengantongi segepok uang yang tadi dia hitung-hitung.“Denok,” kata beliau dengan dingin, “Aku ini pedagang, bukan tukang ngasih utang. Indo bokep “Anu… saya…”Juragan melihat saya dengan acuh. Dia muncrat di dalam memek saya. Sakit! Tapi saya tetap ragu. Saya luluh akibat gempuran-gempuran Juragan. Jari-jari Juragan terus main di kemaluan saya, dan nggak tahu kenapa, saya malah ngangkat-ngangkat selangkangan saya!“Uuuuaaahhh… iyaaA!!”Bobol-lah pertahanan saya akhirnya, dan terdengar bunyi “criiit” dari itil saya yang memuncratkan sesuatu. Juragan kelihatan senang.“Hah… uh… Ayo terus Denok… aku senang ndengar suaramu kalau dientot… mbikin tambah nafsu. Kalau bukan karena yang pertama kali itu, kamu nggak usah sampai seperti ini… Aku salah, Denok, aku yang ndorong kamu sampai jadi begini… Salahku gede sekali sama kamu, Denok…”Dengan sedikit kekuatan yang sudah muncul, saya coba rangkul beliau sebisanya.“Juragan… nggak apa-apa… mungkin ini sudah jalan hidup Denok…”“Nggak, nggak boleh lagi, Denok… Mulai sekarang biar aku yang nanggung kamu, Denok.




















