Aku memberinya sebuah gaun berwarna hitam yang mewan.“Indah sekali, berapa harganya?”, tanyanya.“Ah nggak usah dipikirkan mbak”, kataku sambil tersenyum. Mbak Dewi sedang nonton televisi. Bokep Mama Erat sekali, sampai aku bisa merasakan dadanya. Vaginanya benar-benar menjepitku kencang sekali. Ia jatuh ke sofa, aku lalu mengikutinya.“Aku juga cinta kamu wan, dan aku bingung”, katanya.“Aku juga bingung mbak”Kami berciuman lagi. Aku biasanya memanggilnya mbak Dewi, kebiasaan dari kecil mungkin. Aku membuka resleting bajunya, kuturunkan gaunnya, saat itulah aku mendapati dua buah bukit yang ranum. Halo halo, kali ini cerita dewasa incest kita berjudul Aku Mencintai Bibiku Sendiri. Lalu kami pergi belanja. Aku lalu menurunkan terus hingga ke bawah. Ia memakai tshirt ketat. Lalu ia berbaring di sofa.“Masukin wan, puaskan dirimu, semprotkan cairanmu ke dalam rahimku. Dan di dalam mobil itu aku benar-benar berdebar-debar.“Capek Dek Iwan?”, tanyanya.“Iyalah mbak, di kereta duduk terus dari pagi”, jawabku. Aku pun memasukkannya.




















