Arina yang masih terlihat lemas tidak tahu bahwa akan ada bagian kedua yang diterimanya.Edwin membalikkan tubuh Arina menjadi tertelungkup, menampakkan bongkahan pantat yang begitu indah dan sekal. Edwin perlahan membuka matanya, dilihatnya sosok Arina yang sedang duduk di tepi ranjang sambil tersenyum kepadanya. Bokep Family Gak ML, nggak ciuman, nggak ngapa-ngapain. Sebulan tidak mendapat pasangan pemuas birahi tentu membuat nafsunya bertumpuk. Hal yang sama terjadi dengan puting sebelahnya, sehingga tidak terbayang betapa sakitnya Arina karena perlakuan Edwin terhadap puting susunya.Selesai bermain dengan kedua puting Arina, Edwin mulai melirik ke arah organ intim gadis itu, satu-satunya yang masih tertutup. Begitu besar dan menggairahkan, tampak dua gunung Arina mengeras karena sudah diisi birahi oleh jari jemari terampil Edwin. Kalo bisa kamu bikin tetek mbak tambah gede juga ya. Penis dan payudara keduanya sudah tampak menegang maksimal, siap digarap lebih jauh lagi.“Hhh… hhh… hhh… Dek, mbak mau tanya,” kata Arina sambil terengah-engah. Ironisnya, pemerkosaan yang dialaminya di minggu pertamanya menggunakan jilbab oleh teman kampusnya di lab justru menjadi titik balik kebiasaannya.




















