“, teman kantorku (dan kadang-kadang teman bertualang),
Tina, tiba-tiba muncul di ruangan kerjaku. Bokep Montok Tolong doooonnggg!”. Entah berapa kali pipiku ditampar habis, leherku di pegang erat hampir tercekik, muka dan
rambutku diludahi dan di semproti sperma.Ketika akhirnya kami tertidur pagi itu, tubuhku serasa lelah dan agak sakit-sakit. Entah apa itu
bisa disebut persenggamaan, jika ada orang yang mengintip kami berdua, mungkin lebih kelihatan seperti
aku sedang diperkosa. Untuk kedua kalinya minggu itu aku mencapai kenikmatan di ranjang yang sama.Tanpa memberikan aku banyak waktu untuk mengejar napas, tangan Kyle memegang erat leherku tanpa
mencekik. Tolong doooonnggg!”. Sambil memegang kedua sikutku di punggung, dia menyatukan kembali kedua tubuh kami, dan memacu
kami berdua ke arah kenikmatan. Tanpa banyak memikirkan tentang cowok bule
tadi, ataupun tentang apa yang terjadi malam ini, aku segera mengeringkan rambut dan tidur hanya
mengenakan t-shirt kesayanganku.Beberapa hari kemudian……….“Ness, what do yo have planned for tonight ? Aku hanya
bisa mengangguk lesu.Sepulangnya dari dinner itu, aku langsung mandi dan berdandan untuk pertemuan dengan Kyle malam itu.



