Kami pun nggak pernah SMS-an lagi. Aku sedikit mengentak karena tehnya agak panas.“Nggak pa-pa Tante..” jawabku seraya menepuk-nepuk kemejaku yang juga kena tumpahan teh. Bokep Family Tante Erna, sang pemilik butik adalah seorang wanita yang sudah berusia di atas 50 tahun, tubuhnya cukup tinggi dan agak montok.Kulitnya yang putih bersih hari itu dibalut blus transparan yang bahunya terbuka lebar dan celana biru tua dari bahan yang sama dengan bajunya. Akhirnya karena bete menunggu aku pun meninggalkan Wendy’s.Tiba-tiba aku merasa ada yang menepuk bahuku dari belakang. Mataku tertuju pada seorang wanita keturunan Chinese berumur kira-kira 30-an yang duduk sendirian di salah satu sudut.Herannya sejak tadi wanita tersebut memperhatikanku terus. Ugghh.. Tante Erna sampai geleng-geleng melihat kami berdua yang sama-sama dipacu birahi.Kemudian kami bertukar posisi. Mudah-mudahan kesampean dapat anak laki-laki.thank’s buat kehangatan yang diberikan. Setelah puas bermain, kami bertiga mandi bersama.Tadinya setelah mandi kami mau melanjutkan lagi di kamar tidur Tante Erna.










