Makasih loh Mas atas pujiannya. XNXX Bokep Sperma anjingku yang masih ada di mulut, kukeluarkan dan kutumpahkan ke atas payudaraku. Dia bertanya, “Mbak mau telan itu?”
Dengan tersenyum kuanggukkan kepalaku, kemudian kutelan habis air mani anjingku itu. Aku mulai tertidur sambil merasakan remasan-remasan tangannya. Hal ini membuat darah tidak dapat mengalir ke payudaraku, sehingga warnanya berubah menjadi agak kebiru-biruan. Keluar, masuk, keluar masuk, “Aaahh”, enak rasanya. aahh..” payudaraku yang sejak tadi bergelantungan, terus menerus diremas oleh penjual minuman itu, kedua putingnya ditarik-tarik seperti sedang memerah susu, hanya bedanya dia sedang memerah susu Mei, bukan susu sapi (iya kan?). Aku masuk lagi ke rumah, lalu aku mandi. “Mas, tolong ambilkan terong di dapur dong”, pintaku.Dia menuju ke dapur, dan kemudian segera kembali dengan terong yang lumayan besar. Aku melirik ke arahnya, kemudian pelan-pelan kukulum batang kemaluan anjingku itu. Beberapa saat setelah itu, kurasakan spermanya mulai muncrat di dalam mulutku. Setelah selesai minum, aku bertanya, “Berapa mas?” tanyaku, dia tidak menjawab, hanya terdiam dan mengagumi keindahan payudaraku.Lalu aku pura-pura menjatuhkan uang




















