Aku benar-benar sakit, dan aku bisa merasakan ada sesuatu di dalam. Aku dan Kak Agun ngobrol di ruang baca sambil nonton TV. Link Bokep Rampung!”, aku menjerit kegirangan. Aku menikmati saja tapi ketika melihat darah kegadisanku di atas sprei, aku jadi bingung, takut, malu dan sedih. Sejak itu aku jadi benci…, benci…, bencii…, sama dia.,,,,,,,,,,,,,,,,, Tangannya seringkali menggelitik pinggangku sehingga aku kegelian. Kata mereka sih aku cantik. Walaupun aku merasa biasa-biasa saja (Tapi dalam hati bangga lho.., he.., he..)Aku punya body bongsor dengan kulit putih bersih. Tapi Kak Agun lebih kuat. Rampung!”, aku menjerit kegirangan. “Auuchh…”, aku menjerit.“Achh!”, Terasa dunia ini berputar saking sakitnya. Rasanya saat itu aku sudah mulai lain. Rasanya aku tiba-tiba lemas sekali, belum sempat menjawab bibirku dilumat lagi. Aku hanya bisa diam dan menikmati. Sayangnga mereka semua orang-orang sibuk.Kakakku, Kak Luna, usianya terpaut jauh diatasku 5 tahun. Aku menggelinjang dan menahan napas, “Kak Agun…, ohh.., oh…”, aku benar-benar dibuatnya berputar-putar.




















