Sementara Reva, sesekali membuka tipis kelopak matanya, memantau apa yang di kerjakan Sigmund pada lubang ngewe-nya.Seakan kurang dengan apa yang di lakukan Sigmund , Reva merayapkan sendiri lengannya ke dalam t-shirt putihnya lalu berhenti di atas ujung payudara dan mulai meremasnya pelan. Para Elf yang seluruhnya di lahirkan dari satu betina (sang ratu) itu juga memiliki penis yang sama dengan manusia jantan di bumi, namun nasib penis-penis mereka tak sebaik nasib penis-penis manusia di bumi, karena selama ini mereka hanya melampiaskan nafsunya pada alat bantu sex yang di jual secara gelap oleh seorang elf yang menjuluki dirinya sendiri sebagai Profesor, Sigmund. Sex Bokep ”” cepetannnn laagiii … laagiiiiiii … lagiiiiii .. terus … ssiggg mmunndd .. yyuuuu !! entahlah .. terus … ssiggg mmunndd .. Beberapa saat Sigmund memperhatikan screen monitornya yang menunjukan tentang bagian dalam vagina. !!! Bibirnya terbuka lebar dengan wajah yang menengadah tanpa menghentikan goyang pinggulnya.Hingga akhirnya tubuh moleknya pun menggelinjang edan sambil mengempit kedua pahanya kuat-kuat, matanya terpejam begitu erat merasakan desir dan deburan




















