Mulutnya yang mungil itu terlihat penuh oleh batangku yang memang terbilang di atas rata-rata. Bokep SMA mmmmhhh.” katanya memelas. Tubuh Aline mulai melemas dengan nafas yang terengah-engah. Yang terpenting bagiku saat ini adalah beristirahat dan melepas lelah setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh.Saat aku berjalan ke arah teras, salah seorang dari mereka menghampiriku dengan gaya yang centil dan manja,“Cari apa bang??”Mataku yang sedari tadi sudah cukup mengantuk sontak saja langsung melek lagi. Kusibakkan bibir itu dengan lidahku dan kurasakan ada tonjolan kecil di atasnya. “aahh mass, yang penting mah puas.” kata aline.Kamar itu tidak terlalu besar dengan penerangan sebuah lampu kecil yang memberikan sensasi remang-remang. Dengan kondisi seperti ini kupikir tidak akan mungkin melanjutkan perjalanan sampai Jakarta, karena malah akan berbahaya. Mataku pun sudah tidak bersahabat, seperti ditimpah 10kg. Lidahku mulai menyapu bibirnya dan memaksa masuk ke dalam mulutnya.




















