“Ooohh Bu dokter, ooohh dokter, saya puas sekali bu”, kata Dido sembari merangkul tubuh sang dokter dan kembali berbaring di tempat tidur. “Uuuhh, aahh, ooohh, mm, aah, saya juga mau keluar Bu, ooohh, dokter Supriyati sayaang, ooohh, mm, enaakk sekali, ooohh, ooohh, dokter sayang, ooohh, dokter cantik, ooohh, enaakk, dokter dokter sayang, ooohh, vagina dokter juga nikmat sekali, oooh”, teriak Dido juga. Bokepindo “ooohh, Dido sayang. “Perasaan kamu yang dikhianati, apa kamu masih dendam?”, tanya sang dokter seperti merasa ingin tahu. “Uuuhh, aahh, ooohh, mm, aah, saya juga mau keluar Bu, ooohh, dokter Supriyati sayaang, ooohh, mm, enaakk sekali, ooohh, ooohh, dokter sayang, ooohh, dokter cantik, ooohh, enaakk, dokter dokter sayang, ooohh, vagina dokter juga nikmat sekali, oooh”, teriak Dido juga. “Ah kenapa itu yang aku pikirkan?”, serunya kemudian sambil berlalu dari ruangan itu.




















