Aq duduk di tepi dipan. Hap. Bokep Jilbab/Hijab Tapi eh.., seorang penumpang pakai kaos oblong, mati aq. Aq perhatikan ia sejak bangkit hingga turun. Aq menurut saja. Suara pletakpletok mendekat.Ayo tengkurap..! Mbak Iin sudah turun. kataku memelas, ya sebagai alasan juga mengapa aq masih bertahan duduk di tepi dipan.Ia berjongkok mengambil sapu tangan. Kali ini dengan telapak tangan. Pasti terburuburu. jendelanya jangan di buka lebar. Ah sial. Lalu mengangkang.Aq sudah tak tahan, ayo dong..! Paling tdk aq dapat melihat leher yg basah keringat karena kepayahan memijat. kataku.Ia berjalan menuju ruang telepon di sebelah. Aq pertegas bahwa aq mengendus kuatkuat aroma itu. Kerjaan untuk hari ini sudah aq selesaikan semalam. Wanita muda itu sudah keluar sejak melempar celana pijit. Tdk akan hadir kesempatan ketiga. Lalu ia mengolesi dadaku dengan cream. Tetapi, bayangan itu terganggu. Kalau kini aq berani pasti karena dadanya terbuka, pasti karena peluhnya yg membasahi leher, pasti karena aq terlalu terbuai lamunan. Duduk di tepi dipan.




















